Mau Ikut Tes Bahasa Inggris? Pahami Dulu Bedanya High Stakes dan Low Stakes Test!

Siswa sekolah sedang fokus mengerjakan soal ujian di ruang kelas untuk persiapan tes bahasa Inggris
Reading Time: 8 minutes

Pernahkah kamu merasa deg-degan hanya karena mendengar kata tes bahasa Inggris? Padahal, kalau dipikir-pikir lagi, tidak semua tes bahasa Inggris memiliki bobot yang sama, lho. Ada yang hasilnya benar-benar menentukan masa depanmu—entah itu untuk seleksi beasiswa atau daftar kuliah ke luar negeri. Namun, ada juga yang sifatnya hanya untuk mengecek sejauh mana kemampuanmu saat ini, tanpa risiko apa pun kalau hasilnya kurang memuaskan.

Nah, dalam dunia pendidikan, perbedaan dalam jenis ujian bahasa Inggris ini dikenal dengan istilah high stakes test dan low stakes test. Memahami keduanya penting banget, terutama sebelum kamu memutuskan untuk mengikuti tes tertentu. Hal ini karena cara kamu mempersiapkan diri untuk tes kemampuan bahasa Inggris yang sifatnya formal tentu akan berbeda jauh dengan tes yang difungsikan sekadar untuk latihan atau evaluasi mandiri.

Yuk, kenali lebih dalam mengenai konsep high stakes test dan low stakes test bahasa Inggris, supaya kamu tidak salah kaprah dan dapat menentukan strategi belajar yang tepat. Baca artikel ini sampai akhir, ya!

Tangan siswa sedang mengisi lembar jawaban ujian pilihan ganda pada pelaksanaan tes bahasa Inggris

Apa Itu Tes Bahasa Inggris High Stakes?

Tes bahasa Inggris high stakes adalah jenis ujian yang hasilnya dapat memberikan dampak besar terhadap masa depanmu, baik sebagai pelajar, mahasiswa, maupun profesional. Berbeda dengan tes pada umumnya, jenis tes ini tidak hanya mengukur kemampuan berbahasa. High stakes test juga memberikan sertifikasi resmi yang diakui oleh institusi pendidikan maupun dunia kerja. Karena hasilnya bisa menentukan langkah penting dalam hidupmu, tes bahasa Inggris yang tergolong high stakes menuntut persiapan yang lebih matang. Banyak orang bahkan mengubah cara belajarnya dan menyusun strategi khusus jauh-jauh hari sebelum tes berlangsung.

Ada beberapa ciri yang membedakan tes high stakes dari jenis tes lainnya. Pertama, hasil tes ini menentukan keputusan penting seperti kelulusan, penerimaan kerja, atau kelayakan mendapatkan beasiswa. Kedua, tes ini diakui secara resmi oleh institusi pendidikan, perusahaan maupun lembaga pemerintah. Sertifikatnya dapat dipakai sebagai bukti sah kemampuan bahasa Inggrismu. Ketiga, skor yang didapat berdampak langsung pada kesempatan yang bisa kamu raih. Inilah mengapa tes high stakes umumnya memerlukan persiapan khusus, mulai dari kelas intensif sampai latihan soal yang konsisten.

Pengertian Tes Bahasa Inggris Low Stakes

Apabila high stakes test membuat jantung berdebar karena hasilnya menentukan masa depan, low stakes test justru sebaliknya. Tes bahasa Inggris jenis ini tidak memberikan konsekuensi besar atau jangka panjang bagi peserta. Biasanya, tes ini hanya dipakai untuk memantau perkembangan belajar, memberikan arahan pembelajaran atau sekadar memberi umpan balik. Bukan untuk menentukan hal besar seperti penerimaan universitas atau syarat imigrasi.

Terdapat beberapa ciri signifikan yang menonjol dari tes low stakes. Ciri paling utama: tekanan tes low stakes jauh lebih ringan, sebab hasilnya tidak menentukan apa pun yang krusial untuk masa depanmu. Selain itu, tes seperti ini biasanya dipakai untuk kebutuhan diagnostik atau formatif, bukan untuk sertifikasi resmi.

Meski terkesan sepele, tes low stakes justru memiliki peran penting dalam proses belajar. Hal ini karena tes ini membantu kamu dan juga tenaga pengajar memahami sejauh mana materi sudah dikuasai, tanpa perlu khawatir nilai jelek akan berdampak pada masa depanmu.

Perbedaan Tes Bahasa Inggris High Stakes vs Low Stakes

Selain perbedaan mendasar soal konsekuensi dan tekanan yang sudah dijelaskan sebelumnya, ternyata masih ada beberapa aspek lain yang membedakan tes high stakes dan low stakes. Mulai dari siapa yang menyelenggarakan, seberapa fleksibel formatnya, sampai soal biaya dan masa berlaku hasil tesnya. Yuk, simak satu per satu supaya kamu makin paham bedanya!

Pengakuan, Regulasi, dan Penyelenggara Tes

Salah satu pembeda paling mendasar antara kedua jenis tes ini terletak pada siapa yang menyelenggarakannya dan seberapa jauh pengakuannya. Tes high stakes umumnya diselenggarakan oleh lembaga resmi berskala internasional, seperti penyedia tes kompetensi bahasa Inggris asal Amerika Serikat atau organisasi pengujian bahasa Inggris internasional dari Inggris. Lembaga-lembaga ini biasanya tunduk pada regulasi ketat dari otoritas resmi, seperti badan regulasi kualifikasi dan ujian di Inggris, demi menjaga validitas dan konsistensi hasil. Karena itu, sertifikat yang dikeluarkan bisa diakui secara luas oleh ribuan universitas, perusahaan, bahkan otoritas imigrasi di berbagai negara.

Low stakes test memiliki cerita yang jauh berbeda. Tes ini biasanya dibuat dan diselenggarakan langsung oleh guru, dosen, atau lembaga kursus tempatmu belajar, tanpa perlu melalui proses validasi eksternal yang rumit. Wajar saja kalau hasilnya juga tidak berlaku ke mana-mana di luar konteks kelas atau institusi tempat tes itu diberikan.

Format dan Fleksibilitas Tes

Dari segi format, tes high stakes cenderung sudah baku dan terstandardisasi. Tes ini umumnya menguji empat kemampuan sekaligus, yaitu listening, reading, writing, dan speaking, dengan durasi yang sudah ditetapkan secara ketat, biasanya berkisar 2-3 jam dalam satu sesi ujian. Beberapa tes bahkan mengharuskan peserta merekam jawaban lisan secara langsung di depan komputer untuk kemudian dinilai oleh penguji resmi. Semua ketentuan ini sudah dipatenkan oleh lembaga penyelenggara sehingga tidak bisa diubah-ubah sesuka hati.

Sebaliknya, low stakes test jauh lebih fleksibel. Bentuknya bisa disesuaikan dengan kebutuhan pengajar, mulai dari kuis lisan dadakan berdurasi beberapa menit, soal pilihan ganda singkat, sampai pertanyaan terbuka yang dikerjakan santai di kelas. Tidak ada aturan baku yang mengikat, sehingga formatnya bisa berubah-ubah tergantung materi yang sedang dipelajari dan kreativitas pengajar.

Biaya yang Dikeluarkan

Perbedaan lain yang cukup terasa langsung di kantong adalah soal biaya. Tes high stakes umumnya berbayar, bahkan tidak jarang biayanya cukup menguras kantong. Sebagai gambaran, tes kemampuan bahasa Inggris berbasis komputer untuk kebutuhan komunikasi internasional bisa dibanderol dengan harga mulai dari Rp675.000, sementara tes yang mencakup kemampuan berbicara dan menulis sekaligus bisa mencapai lebih dari Rp1.450.000. Untuk tes akademik yang lebih komprehensif, biayanya bahkan bisa menyentuh angka Rp3.380.000 per sesi ujian. Belum lagi kalau kamu perlu mengikuti kelas persiapan atau membeli buku latihan resmi, yang bisa menambah pengeluaran hingga jutaan rupiah lagi.

Sementara itu, low stakes test jauh lebih meringankan. Karena sifatnya yang menjadi bagian dari proses belajar sehari-hari, tes ini biasanya tidak memerlukan biaya sama sekali. Kamu cukup datang ke kelas, mengerjakan kuis atau latihan yang diberikan, tanpa perlu memikirkan biaya pendaftaran maupun sertifikasi tambahan.

Masa Berlaku Tes

Karena dipakai untuk keperluan formal seperti pendaftaran kerja, studi, atau visa, hasil tes high stakes umumnya memiliki masa berlaku tertentu, biasanya berkisar 2 tahun sejak tanggal ujian. Setelah melewati periode tersebut, kamu perlu mengikuti tes ulang dari awal, lengkap dengan biaya dan proses pendaftaran baru, untuk mendapatkan skor yang masih dianggap valid oleh institusi yang memintanya.

Low stakes test tidak mengenal konsep semacam ini. Hasilnya memang tidak dirancang untuk disimpan dalam jangka panjang karena tujuannya sekadar memberi gambaran kemampuanmu pada momen tertentu. Begitu materi berganti atau kamu naik level pembelajaran, hasil tes sebelumnya pun otomatis kehilangan relevansinya.

Siswa perempuan sedang konsentrasi mengerjakan tes bahasa Inggris di bawah pengawasan penguji

Contoh Tes High Stakes dan Low Stakes yang Perlu Learners Tahu

Supaya konsepnya semakin “menempel di kepala”, ada baiknya kita lihat langsung contoh nyata dari kedua jenis tes ini. Dengan begitu, kamu bisa lebih mudah membedakan mana yang termasuk high stakes dan mana yang tergolong low stakes saat menjumpainya sendiri.

Contoh Tes High Stakes Bahasa Inggris

  • TOEFL (Test of English as a Foreign Language): Umumnya menjadi syarat pendaftaran universitas, beasiswa, atau keperluan imigrasi ke negara-negara seperti Amerika Serikat dan Kanada.
  • IELTS (International English Language Testing System): Banyak digunakan untuk kebutuhan akademik, pekerjaan, maupun migrasi ke negara seperti Inggris, Australia, dan Selandia Baru.
  • TOEIC (Test of English for International Communication): Sering dijadikan syarat rekrutmen, kenaikan jabatan, atau evaluasi karyawan di perusahaan multinasional.
  • PTE (Pearson Test of English): Diakui secara internasional untuk kebutuhan studi maupun migrasi, dengan penilaian otomatis berbasis komputer.

Semua tes di atas memiliki satu kesamaan, yaitu hasilnya menentukan keputusan penting dan diakui secara resmi oleh institusi maupun lembaga tertentu.

Contoh Tes Low Stakes Bahasa Inggris

  • DPT (Dynamic Placement Test): Tes penempatan level daring yang membantu sekolah, universitas, maupun perusahaan menentukan level CEFR seorang peserta hanya dalam waktu sekitar 30 menit. Salah satu penyedia tes ini adalah ClarityEnglish, yang sudah dipercaya oleh berbagai institusi untuk keperluan penempatan kelas maupun penyaringan awal kandidat kerja. Untuk penjelasan lebih lengkap mengenai tes penempatan level, dapat dibaca pada artikel berikut ini.
  • Kuis kosakata mingguan: Dilakukan rutin di kelas untuk mengecek sejauh mana kata-kata baru sudah dikuasai, tanpa memengaruhi nilai akhir secara signifikan.
  • Latihan soal mandiri (practice test): dikerjakan sendiri sebagai sarana evaluasi sebelum menghadapi tes yang lebih formal.
  • Kuis interaktif di aplikasi belajar bahasa: Memberi umpan balik instan tentang pemahaman materi tanpa risiko apa pun jika jawabannya salah.

Tips Belajar Tes Bahasa Inggris High Stakes dan Low Stakes untuk Learners

Karena karakteristiknya berbeda, strategi belajar untuk kedua jenis tes ini pun tidak bisa disamakan. Berikut beberapa tips yang bisa kamu terapkan sesuai jenis tes yang sedang kamu hadapi.

Strategi Belajar untuk Tes High Stakes

Tes berskala global seperti TOEFL iBT atau IELTS Academic membutuhkan pemahaman bahasa Inggris tingkat lanjut, mencakup empat keterampilan sekaligus, yaitu reading, listening, writing, dan speaking. Karena itu, persiapannya perlu dilakukan lebih matang dan terstruktur. Berikut beberapa hal yang bisa kamu lakukan:

  • Pahami format dan aturan tes: Unduh panduan resmi dari penyelenggara, lalu lakukan simulasi ujian secara berkala untuk membangun daya tahan mental.
  • Latih manajemen waktu: Fokuskan latihan pada bagian reading, karena banyak peserta kehabisan waktu di sesi ini. Kuasai teknik skimming untuk menangkap ide utama dengan cepat, serta scanning untuk mencari informasi detail secara efisien.
  • Latihan menjawab secara aktif: Untuk bagian speaking dan writing, hindari sekadar menghafal jawaban. Pelajari cara menyusun kerangka esai yang baik untuk writing dan latih intonasi serta kelancaran berbicara untuk speaking.

Strategi Belajar untuk Tes Low Stakes

Berbeda dengan tes high stakes, tes low stakes seperti kuis kelas, tes diagnostik, atau tes prediksi bersifat lebih formatif. Tujuannya membantu kamu mengidentifikasi kelemahan, bukan untuk menekan performa secara instan. Beberapa tips berikut bisa membantumu memaksimalkan manfaatnya:

  • Gunakan sebagai alat evaluasi: Perhatikan area mana yang masih lemah, misalnya tata bahasa atau pemahaman mendengar, lalu gunakan temuan itu untuk menyesuaikan fokus belajar mingguanmu.
  • Belajar dengan santai namun konsisten: Berbeda dengan high stakes yang butuh simulasi ketat, tes low stakes cocok dijadikan momentum membangun kebiasaan belajar sehari-hari, seperti mendengarkan podcast berbahasa Inggris atau membaca artikel ringan.
  • Jangan takut salah: Karena hasilnya tidak berdampak besar, manfaatkan kesempatan ini untuk mencoba jawaban tanpa rasa cemas berlebihan. Kesalahan yang muncul justru bisa jadi bahan belajar yang berharga.

Selain tips di atas, kamu juga bisa melihat lebih banyak tips untuk belajar tes high stakes dan tes low stakes dari dua artikel ini:

angan seseorang memegang pulpen dan buku catatan bertuliskan Lets Learn English untuk persiapan tes bahasa Inggris

Penutup

Sekarang kamu sudah tahu bahwa tidak semua tes bahasa Inggris memiliki bobot yang sama. Tes high stakes seperti IELTS, TOEFL iBT, atau TOEIC menuntut persiapan matang karena hasilnya berdampak besar pada masa depanmu, mulai dari kelulusan, beasiswa, hingga kesempatan kerja. Sementara itu, tes low stakes seperti kuis kelas, latihan mandiri, atau tes penempatan berperan sebagai alat bantu belajar yang jauh lebih santai, tanpa risiko apa pun jika hasilnya belum maksimal.

Memahami perbedaan ini penting supaya kamu tidak salah menentukan strategi belajar. Jadi, sebelum mendaftar tes bahasa Inggris berikutnya, coba tanyakan dulu pada dirimu sendiri apakah tes ini termasuk tes high stakes atau low stakes. Dari situ, kamu bisa menentukan seberapa serius persiapan yang perlu dilakukan, sehingga hasil belajarmu pun jadi lebih maksimal.

Referensi

Ammariah, H. (2025, August 11). Apa perbedaan TOEFL, IELTS, TOEIC, PTE & EPT? Ruangguru. https://www.ruangguru.com/blog/perbedaan-toefl-ielts-dan-toeic

Augstudy. (n.d.). Panduan tes TOEFL iBT. Augstudy. https://augstudy.com/panduan-tes-toefl-ibt/

Barton, C. (n.d.). Low-stakes quiz. Tips for Teachers. https://tipsforteachers.co.uk/low-stakes-quiz/

British Council Italy. (2023, November 14). High-stakes language tests: What are there and what are they used for? British Council. https://www.britishcouncil.it/en/blog/high-stakes-language-tests-what-are-there-and-what-are-they-used

Ehef.id. (n.d.). Tips mendapatkan nilai bagus dalam ujian TOEFL/IELTS. Ehef.id. https://ehef.id/post/tips-mendapatkan-nilai-bagus-dalam-ujian-toeflielts

International Test Center. (n.d.). Test fee. International Test Center. https://itc-indonesia.com/test-fee/

Lecture 6: High/low stakes language testing. (n.d.). Scribd. https://www.scribd.com/document/928932303/Lecture-6-HighLow-stakes-Language-Testing

Ryan, S. (2024, September). Low-stakes testing. MindBrainEd Think Tanks. https://www.mindbrained.org/2024/09/low-stakes-testing/

Universitas Islam Balitar. (n.d.). Persepsi mahasiswa terhadap tes bahasa Inggris [PDF]. Repository Unisba Blitar. https://repository.unisbablitar.ac.id/id/eprint/1026/1/PERSEP~1.PDF

University of Arkansas Teaching Innovation and Pedagogical Support. (2024, October 8). The power of low-stakes testing in the college classroom: Engaging students, boosting learning. University of Arkansas. https://tips.uark.edu/the-power-of-low-stakes-testing-in-the-college-classroom-engaging-students-boosting-learning/

Wall Street English Indonesia. (n.d.). IELTS preparation. Wall Street English. https://wallstreetenglish.co.id/ielts-preparation/