Sudah Bisa Speaking, Belajar Grammar Bahasa Inggris Memang Masih Penting? Ini Jawabannya!

Reading Time: 7 minutes

Banyak orang merasa bahwa kemampuan berbicara dalam bahasa Inggris sudah cukup untuk berkomunikasi secara efektif. Tidak sedikit yang menganggap belajar grammar bahasa Inggris hanya akan memperlambat proses belajar, bahkan membuatnya semakin rumit. Anggapan ini memang tidak sepenuhnya salah, sebab komunikasi tetap bisa berjalan meski tanpa penguasaan grammar yang sempurna. Namun, pertanyaannya bukan lagi soal bisa atau tidak bisa berkomunikasi, melainkan seberapa jauh kemampuan berbahasa Inggris seseorang dapat berkembang tanpa fondasi grammar yang kuat.

Untuk menjawab pertanyaan ini, penting untuk terlebih dahulu memahami apa sebenarnya yang dimaksud dengan grammar bahasa Inggris dan mengapa keberadaannya tidak bisa begitu saja diabaikan. Baca artikel ini sampai akhir, ya!

Apa Itu Grammar Bahasa Inggris?

Grammar bahasa Inggris adalah seperangkat aturan yang mengatur cara membentuk kalimat dengan benar. Pada hakikatnya, grammar mencakup struktur kalimat, bentuk kata, dan cara kata-kata disusun sehingga makna yang disampaikan dapat dipahami dengan tepat. Sederhananya, grammar bukan sekadar kumpulan aturan kaku yang harus dihafalkan, tetapi panduan yang membantu penutur memahami bagaimana kata-kata berubah dan saling berpadu untuk menghasilkan komunikasi yang jelas dan efektif.

Dalam bahasa Inggris, grammar mengorganisasi kata-kata ke dalam berbagai kategori. Setiap kategori memiliki peran tersendiri dalam membentuk kalimat yang terstruktur dan mudah dipahami. Tanpa pemahaman dasar ini, sebuah kalimat bisa saja terdengar familiar namun gagal menyampaikan pesan secara akurat kepada lawan bicara.

Komponen Grammar Bahasa Inggris yang Wajib Learners Ketahui

Memahami grammar bahasa Inggris tidak bisa lepas dari pengenalan terhadap komponen-komponen dasarnya. Berikut adalah beberapa contoh komponen kunci yang perlu dikuasai.

Parts of Speech

Parts of speech adalah sistem pengkategorian kata berdasarkan fungsinya dalam kalimat. Komponen ini mencakup nouns, verbs, adjectives, adverbs, pronouns, conjunctions, dan prepositions. Setiap kategori memiliki peran unik dalam membentuk kalimat yang jelas dan terstruktur.

Nouns dan Pronouns

Nouns berfungsi untuk menyebut orang, tempat, benda, atau ide dalam sebuah kalimat. Sementara itu, pronouns digunakan sebagai pengganti nouns untuk menghindari pengulangan yang tidak perlu. Keduanya bekerja bersama untuk membuat kalimat lebih efisien dan mudah dipahami.

Verbs dan Adjectives

Verbs menggambarkan tindakan atau keadaan sekaligus menunjukkan waktu terjadinya suatu peristiwa dalam kalimat. Adjectives berperan melengkapi nouns dengan memberikan deskripsi atau detail tambahan mengenai objek atau subjek yang dimaksud.

Tenses

Tenses adalah sistem dalam grammar bahasa Inggris yang menunjukkan waktu terjadinya suatu tindakan atau peristiwa. Penggunaan tenses yang tepat sangat penting agar lawan bicara dapat memahami konteks waktu dengan benar, apakah sesuatu terjadi di masa lalu, saat ini, atau di masa mendatang. Misalnya, “I study” menunjukkan kebiasaan di masa kini, “I studied” merujuk pada masa lalu, dan “I will study” mengacu pada rencana di masa mendatang. 

Adverbs dan Conjunctions

Adverbs memodifikasi kata kerja, kata sifat, atau kata keterangan lainnya dengan memberikan konteks tambahan seperti waktu, tempat, atau cara suatu tindakan dilakukan. Conjunctions berfungsi menghubungkan kata, frasa, atau klausa sehingga memungkinkan terbentuknya kalimat yang lebih kompleks dan variatif.

Speaking Tanpa Grammar, Sampai Mana Learners Bisa Melangkah?

Banyak learners bahasa Inggris merasa bahwa selama mereka bisa berbicara dan dipahami, kemampuan grammar yang dimiliki sudah cukup memadai. Hal ini wajar terjadi, sebab dalam percakapan sehari-hari, lawan bicara cenderung lebih fokus menangkap maksud daripada mengoreksi struktur kalimat yang digunakan. Akibatnya, banyak yang merasa tidak perlu lagi memperdalam grammar begitu sudah mencapai level “bisa ngobrol”.

Sebuah penelitian terhadap 268 mahasiswa di Vytautas Magnus University, Lithuania, menggambarkan fenomena ini dengan cukup jelas. Mayoritas mahasiswa memilih speaking sebagai kompetensi paling penting dalam komunikasi, sementara grammar hanya dipilih oleh sebagian kecil responden. Sebagian besar dari mereka merasa kemampuan grammar yang didapat di bangku sekolah sudah cukup untuk berkomunikasi secara efektif.

Namun, persepsi ini ternyata tidak sepenuhnya sejalan dengan kebutuhan nyata mereka. Ketika ditanya kompetensi apa yang justru perlu ditingkatkan, grammar tetap masuk ke dalam daftar utama, bersanding dengan speaking, vocabulary, dan writing. Artinya, meski grammar dianggap kurang penting di permukaan, kebutuhan untuk memperbaikinya tetap muncul ketika mereka mencoba berkomunikasi secara lebih kompleks dan akurat.

Di sinilah letak plateau atau titik jenuh yang sering dialami learners yang hanya mengandalkan speaking. Pada level dasar, kalimat dengan grammar yang kurang tepat masih bisa dipahami karena konteks membantu menutupi kekurangan tersebut. Namun, semakin tinggi level komunikasi yang dituntut, semakin terasa pula keterbatasannya. Menulis esai akademik, menyampaikan argumen dalam diskusi formal, atau menjelaskan ide yang kompleks membutuhkan struktur kalimat yang presisi, bukan sekadar rangkaian kata yang “kira-kira” bisa dipahami. Tanpa fondasi grammar yang kuat, learners akan kesulitan naik ke level tersebut, bahkan cenderung mengulang pola kalimat sederhana yang sama meski kosakatanya terus bertambah.

Alasan Grammar Bahasa Inggris Tetap Relevan di Era Modern

Sejumlah ahli bahasa menegaskan bahwa grammar memiliki peran yang jauh lebih dalam daripada sekadar aturan benar-salah dalam menyusun kalimat. Grammar berkaitan erat dengan bagaimana seseorang berpikir, menyampaikan ide, dan dipahami secara akurat oleh orang lain, baik dalam konteks akademik, profesional, maupun sosial. Berikut beberapa alasan mengapa grammar tetap relevan untuk dipelajari, bahkan di era modern seperti sekarang saat sudah banyak orang bisa berbicara bahasa Inggris secara informal.

  • Grammar adalah dasar untuk membicarakan bahasa itu sendiri
    Seperti yang diungkapkan oleh Haussamen dan rekan-rekannya, grammar memungkinkan manusia untuk memahami bagaimana sebuah kalimat dibentuk. Singkatnya, grammar merupakan sebuah kemampuan yang membuka wawasan terhadap cara kerja pikiran manusia dalam berbahasa.
  • Grammar membantu mengoreksi dan memperbaiki kesalahan berbahasa
    Penguasaan grammar memberi pemelajar pijakan yang jelas ketika intuisi berbahasa saja tidak cukup, terutama dalam konteks menulis maupun berbicara formal, sekaligus membantu memahami teks yang lebih rumit dan beragam seiring meningkatnya level kemampuan berbahasa.
  • Grammar adalah fondasi yang tidak tergantikan oleh sekadar kebiasaan Seseorang tidak bisa benar-benar menguasai bahasa asing hanya lewat penyerapan tanpa sadar. Seperti analogi seorang pengemudi, memahami grammar ibarat memahami cara kerja mesin di balik kendaraan yang dikendarai, bukan sekadar tahu cara mengemudikannya.
  • Grammar tetap menjadi bagian penting dalam standar kompetensi bahasa internasional
    Kerangka acuan seperti Common European Framework of Reference for Languages (CEFR) menempatkan grammar sebagai salah satu komponen wajib di setiap level kemahiran berbahasa, dari pemula hingga mahir.
  • Grammar memberikan nilai tambah di dunia kerja
    Banyak perusahaan dan organisasi membutuhkan keahlian grammar yang baik, sehingga kemampuan menulis dan berbicara dengan tata bahasa yang benar dapat menjadi keunggulan tersendiri di lingkungan profesional.
  • Grammar paling efektif dipelajari bersama kemampuan komunikasi lain, bukan terpisah
    Penelitian terhadap mahasiswa di Vytautas Magnus University menunjukkan bahwa mayoritas responden justru menginginkan pembelajaran grammar yang diintegrasikan dengan speaking, bukan dipisahkan sebagai materi yang berdiri sendiri. Hal ini menegaskan bahwa grammar dan speaking sejatinya adalah dua hal yang saling melengkapi dalam membentuk kemampuan berbahasa yang utuh.

 

Dampak Nyata Grammar yang Lemah di Dunia Akademik dan Profesional

Dampak dari grammar yang lemah tidak berhenti pada kesulitan berkomunikasi sehari-hari. Dalam konteks akademik maupun dunia kerja, kelemahan ini bisa berubah menjadi hambatan nyata yang memengaruhi nilai, peluang, bahkan citra profesional seseorang.

Pada ranah akademik, grammar yang lemah membuat pelajar kesulitan memahami materi berbahasa Inggris dengan struktur kalimat kompleks, serta cenderung mengulang pola kalimat yang sama saat menulis dan ragu-ragu saat berbicara. Penelitian dari Urgench State University mencatat sekitar 70% pelajar mengalami kesulitan ini.

Dunia kerja merasakan konsekuensi serupa. Kesalahan ejaan dan grammar dapat menciptakan kesan kurang profesional dan memengaruhi penilaian atasan, bahkan bisa membuat resume tersingkir sebelum sempat dipanggil wawancara. Survei Signs.com terhadap 1.000 pekerja Amerika menemukan 65% responden menganggap kesalahan ini tidak bisa ditoleransi, dan hampir 80% perekrut tidak akan mempertimbangkan kandidat dengan kesalahan grammar di resume mereka.

Menariknya, kelemahan ini sering tidak disadari. Banyak orang merasa grammar-nya sudah cukup baik, padahal saat diuji langsung, hasilnya jauh dari ekspektasi, dan kesenjangan inilah yang membuat kesalahan grammar terus berulang.

Cara Efektif Belajar Grammar Bahasa Inggris Tanpa Merasa Terbebani

Setelah memahami pentingnya grammar, langkah selanjutnya adalah menemukan cara belajar yang tidak terasa membebani. Di bawah ini ada beberapa pendekatan yang bisa learners coba agar proses belajar grammar terasa lebih ringan dan menyenangkan.

Perbanyak Membaca dan Mendengarkan Konten Berbahasa Inggris

Membaca dan mendengarkan adalah cara alami untuk membiasakan diri dengan pola grammar tanpa harus merasa sedang belajar secara formal. Learners bisa memulainya dengan bacaan ringan seperti komik atau cerpen, lalu perlahan naik level ke artikel berita berbahasa Inggris. Cara ini membantu otak mengenali pola kalimat secara berulang sehingga struktur grammar yang benar lama-lama terasa familiar dengan sendirinya.

Selain membaca, menonton film atau serial berbahasa Inggris juga bisa jadi pilihan, terutama bagi yang lebih suka belajar lewat visual dan audio. Dengan mendengarkan langsung dari penutur asli, learners akan terbiasa dengan struktur kalimat, sekaligus memperkaya kosakata serta memahami penggunaan bahasa dalam konteks percakapan sehari-hari.

Gunakan Aplikasi atau Platform Belajar yang Interaktif

Di era digital, belajar grammar tidak harus selalu lewat buku teks. Berbagai aplikasi dan platform pembelajaran kini hadir dengan metode yang lebih interaktif, mulai dari kuis, latihan soal, hingga simulasi percakapan yang membuat proses belajar terasa seperti bermain, bukan sekadar menghafal teori.

Beberapa platform bahkan menyediakan kursus daring lengkap dengan modul terstruktur, mulai dari parts of speech, tenses, hingga latihan menyusun kalimat yang tepat. ClarityEnglish, misalnya, merupakan salah satu penyedia sumber belajar digital yang dirancang khusus untuk membantu pelajar mengembangkan kemampuan grammar secara bertahap dan terarah, sehingga proses belajar terasa lebih sistematis tanpa kehilangan unsur interaktifnya.

Jadikan Grammar Bagian dari Kebiasaan Sehari-hari

Sudah terbukti bahwa ada begitu banyak cara untuk mempelajari grammar tanpa menjadi beban. Namun, sebenarnya kunci utama dalam menguasai grammar bukan terletak pada metode tercanggih, melainkan pada konsistensi. Menjadikan grammar sebagai bagian dari rutinitas, baik lewat percakapan ringan, jurnal harian, maupun tontonan favorit, akan jauh lebih efektif dibandingkan belajar secara intensif namun hanya sesekali.

Dengan menerapkannya sedikit demi sedikit secara konsisten, grammar akan menyatu secara alami dalam proses belajar bahasa Inggris secara keseluruhan.

Penutup

Pada akhirnya, pertanyaan “apakah grammar masih perlu dipelajari meski sudah bisa speaking?” bukan lagi soal benar atau salah, melainkan soal seberapa jauh seseorang ingin kemampuan bahasa Inggris-nya berkembang. Speaking yang lancar memang membuka pintu komunikasi. Meski begitu, grammar yang kuat adalah yang membantu seseorang melangkah lebih jauh, baik dalam menulis esai akademik, menyampaikan argumen secara profesional, maupun membangun kepercayaan diri saat berkomunikasi dalam konteks formal.

Grammar dan speaking sejatinya bukan dua hal yang harus dipilih salah satu. Keduanya merupakan dua kemampuan yang saling melengkapi dalam perjalanan belajar bahasa Inggris. Dengan memahami komponen dasarnya, menyadari dampak nyata yang bisa muncul jika grammar diabaikan, serta menerapkan cara belajar yang konsisten dan tidak membebani, kemampuan berbahasa Inggris pun dapat terus terasah secara menyeluruh.

Referensi

Business News Daily. “Study Finds Spelling Mishaps Can Cause Problems in the Office.” https://www.businessnewsdaily.com/15126-spelling-grammar-matter.html

Ilgūnaitienė, R. V. (2021). “Is Grammar Still Important Learning the English Language on Tertiary Level? The Analysis of Students’ Attitude.” International Linguistics Research, 4(2). https://www.researchgate.net/publication/351002118

Lembaga Bahasa Internasional FIB UI. “Grammar atau Speaking: Mana yang Harus Diprioritaskan Saat Mempelajari Bahasa Inggris?” https://lbifib.ui.ac.id/id/blog/artikel/grammar-atau-speaking-mana-yang-harus-diprioritaskan-saat-mempelajari-bahasa-inggris

Neliti. “Why We Should Teach Grammar: Insights for…” https://media.neliti.com/media/publications/243408-why-we-should-teach-grammar-insights-for-6db1b3fd.pdf

Rajapova, R. M., & Egamberganova, S. I. “The Effects of Lack of Grammar Knowledge in Learning Integrated Skills.” Texas Journal of Multidisciplinary Studies. http://zienjournals.com/index.php/tjm/article/view/1904/1603

Sampoerna University. “7+ Alasan Mengapa Belajar Grammar itu Penting.” https://www.sampoernauniversity.ac.id/id/news/7-alasan-mengapa-belajar-grammar-itu-penting

Sparks Edu. “Apakah Grammar Penting untuk Dipelajari? Begini Faktanya!” https://sparks-edu.com/blog/belajar/apakah-grammar-penting/

Sparks Edu. “Mengenal Grammar: Tata Bahasa Inggris yang Jadi Dasar Segala Hal.” https://sparks-edu.com/blog/belajar/grammar-adalah/

Titik Nol English Course. “7 Tips Belajar Grammar Sendiri yang Simpel buat Kamu.” https://titiknolenglish.com/belajar-grammar/

UniAthena. “How To Learn Grammar Easily?” https://uniathena.com/how-to-learn-grammar-easily